Friday, June 02, 2017

Bebas Bermain Tanpa Khawatir


Alhamdulillah, bulan Ramadhan telah kembali tiba. Seperti bulan Ramadhan sebelumnya, Ramadhan kali ini pun sungguh istimewa untuk saya. Setelah Ramadhan kemarin absen berpuasa karena menyusui, Ramadhan kali ini saya mulai berpuasa kembali.

Perbedaan yang juga terasa bagi saya pada Ramadhan kali ini adalah bahwa pada Ramadhan ini saya menjalaninya bersama Affan (3 tahun 11 bulan) dan Kianna (20 bulan). Kedua anak ini sedang memasuki masa dimana sang Adik mulai tertarik untuk berinteraksi secara lebih aktif dengan seluruh anggota keluarga, tidak terkecuali dengan Abangnya. Kianna kerap sekali mengikuti tingkah laku Affan, gemar mengajak bermain bersama, dan sudah mulai bisa bermain peran berdua dengan Abangnya.

Kalau sudah berkumpul dan bermain berdua, energi Affan dan Kianna menjadi berlipat ganda. Keduanya menikmati sekali berlarian, menari, bernyanyi, bahkan berteriak bersama. Pelajaran baru untuk saya adalah bagaimana tetap menjaga emosi dan sikap saya di saat berpuasa, sementara anak-anak bisa terus bermain seperti biasanya. Apalagi sekarang saya sudah tidak bekerja dan lebih banyak waktu di rumah dengan anak-anak. Keberadaan saya di rumah tentu harus bisa menjadikan hari-hari mereka lebih menyenangkan. Oleh karena itu saya berusaha sekali selalu mendampingi mereka bermain atau bernyanyi. Kegiatan favorit Affan dan Kianna adalah bermain peran sebagai dokter dan pasien. Biasanya Affan berperan sebagai dokter, sementara saya dan Kianna bergantian menjadi pasien. Seru sekali!





Kalau sudah bermain peran seperti itu, biasanya Kianna tidak mau diganggu. Dia tidak mau ter-distract oleh apapun ketika sedang bermain. Termasuk urusan makan, minum, bahkan untuk ganti pospak. Sempat khawatir muncul ruam akibat terlalu lama tidak mengganti pospak pada awalnya karena kulit Kianna sangat sensitif. Tapi kekhawatiran saya tidak pernah terbukti karena saya selalu menggunakan Pampers Premium Baby Care Pants untuk Kianna.

Pampers Premium Baby Care Pants tetap menjaga kelembutan kulit Kianna karena ternyata memiliki lotion aloe vera pada popoknya. Selain itu, Pampers Premium Baby Care Pants terbukti yang lembut selembut sutra dan cocok untuk kulit bayi yang sensitive termasuk kulit bayi baru lahir sekalipun.

Sekarang saya tidak khawatir lagi ketika anak-anak sedang asyik bermain. Pikiran dan jiwa saya bisa saya fokuskan untuk mendampingi Affan dan Kianna bermain. Jadi, yuk tetap semangat bermain bersama anak-anak di bulan Ramadhan ini. Karena kebahagiaan anak-anak bisa dimulai dari bermain, dan kebahagiaan kita juga bisa dimulai dari melihat senyum dan gelak tawa anak-anak di kala bermain.


Selamat berpuasa dan selamat bermain, Moms!

*hasil tulisan ini merupakan kerjasama penulis bersama Pampers Indonesia
Continue Reading

Monday, January 16, 2017

Sekolah untuk Affan

Assalamualaikum,

Gak kerasa anak lanang saya udah mau 4 tahun di tahun ini. Hiksssss sedihhh karena kok tiba-tiba udah gede aja anak ini. Usia 4 tahun, berarti Affan sudah harus masuk TK tahun ini. Daaaaan saya nulis ini karena kepala saya lagi cenat-cenut mikirin sekolahan mana yang pas buat Affan. Kriteria utama saya dalam pencarian sekolah ini selain biaya adalah jarak dan fasilitas. Baru kemudian kurikulum. Kenapa? Karena menurut saya kurikulum untuk anak TK belum serius-serius amat yah jadinya gausah dipikirin yang berlebihan. Akhirnya saya pilih beberapa sekolah yang tidak terlalu jauh dari rumah. Berikut saya share kandidat sekolah untuk Affan yah.

IHF SEKOLAH KARAKTER
Jl. Raya Bogor, Tugu, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat 16451
Phone: (021) 8712022
Pencarian saya dimulai dari Oktober 2016 lalu. Saya mulai bergerak mendaftarkan Affan ke IHF Sekolah Karakter. Ketika Oktober saya daftarkan Affan, Affan dapet antrian waiting list ke-151. Pas tau begitu, saya gerak cepet langsung daftarin Affan untuk SD di tahun 2019 dan sekaligus ngedaftarin Kianna untuk TK 2019. Awal Januari 2017 saya pantau posisinya, mereka udah manggil 100 waiting list. Saya merasa dapet angin surga karena yaa bentar lagi lah ya sampe ke nomor antrian Affan. Ternyataaa selang seminggu saya telpon lagi, mereka udah berhenti manggil waiting list karena kuota mereka sudah tercukupi. Hikssssssssss semacam patah hati :(

Biaya TK A 2017 :
Uang Formulir Pendaftaran : Rp. 300.000,-
Seragam Sekolah : Rp. 600.000,-
Biaya Gedung : Rp. 10.750.000,-
Biaya Kegiatan : Rp. 2.700.000,-
SPP per bulan : Rp. 800.000,-
Total : Rp. 15.150.000,-

Pertimbangan :
+ Jarak deket banget dari rumah, hanya 1.8 km dari rumah.
+ Uang SPP per bulan hanya Rp. 800.000,-
+ Sekolahnya bagus, playgroundnya banyak.
+ Metode pengajarannya berbeda-beda, berdasarkan karakter si anak.

- Antriannya puanjaaaaaaaaaang. Anak lahir silakan langsung taruh nama di sekolah ini.

INDONESIA PLAYSCHOOL DEPOK
Jl. Juanda Ruko Pesona Khayangan View A6
Phone : 021 7703944
Pencarian saya yang kedua. Sekolah ini adalah sekolah yang lokasinya sama dengan daycare Affan sekarang. Kurikulumnya mengacu ke Diknas juga dan bahasa pengantarnya bahasa Indonesia. Sekolah ini ada dibawah naungan Yayasan Mentari Indonesianya Kak Seto. Foto foto bisa dicek disini.

Biaya TK A 2017 :
Uang formulir Rp. 200.000,-
Uang Pangkal TK A dan TK B : Rp. 6.000.000,-
Paket Buku dan Seragam : Rp. 1.600.000,- (per tahun)
Kegiatan : Rp. 1.300.000,- (per tahun)
SPP per bulan : Rp. 625.000,-
Total : Rp. 9.725.000,- (Ada diskon 20% untuk yang melunasi Uang Pangkal maksimal Februari 2017)

Pertimbangan :
+ Uang pangkalnya murah.
+ SPP juga murah.
+ Playgroundnya cukup luassss.
+ Ada fasilitas daycare.
+ Affan udah familiar banget sama sekolah dan mungkin guru-gurunya.

- Pendidikan agamanya so so karena bukan sekolah berbasis islam.
- Saya mau Affan coba lingkungan baru, mengasah jiwa adaptasinya sekali lagi :p

TK ISLAM PONDOK DUTA
Jl. Duta Plaza No 01 Cimanggis Depok
Salah satu sekolah yang saya dapet referensinya dari forum di theurbanmama.com.  Sekolahnya jadi satu sama SD, SMP, bahkan SMA. Sekolah ini berbasis islami dan berada dibawah naungan Yayasan Masjid Pondok Duta.

Biaya TK A : 
SPP per bulan : Rp. 450.000,-
Total Uang Pangkal : Rp. 6.500.000,- (sudah include SPP awal)

Pertimbangan :
+ Uang pangkal dan SPP murah meriah.
+ Berbasis islami, anak dibiasakan sholat dhuha, hafalan dll.
+ Deket dari rumah, hanya 1.3 km dari rumah.
+ Kelasnya ber-AC
+ Kamar mandi dan tempat wudhunya bersih

- Mainannya sedikit banget.
- Bangunannya agak oldies jadi keliatan usang.
- Gerbang masuknya melewati bangunan SD, SMP, SMA. Menurut saya rentan bullying.
- Tidak moving class.















TKIT NURUL FIKRI
Jalan Haji Rijin No. 100, RT.003 RW.011, Tugu, Cimanggis, Kota Depok
Phone: 021 8708919
Pilihan sekolah berikutnya. Sebenernya ini sekolah dulu ga saya lirik sama sekali karena denger-denger mahal banget. Ternyata sepupu Affan masuk sana dan ga sampe puluh-puluhan mahalnya. Yah walau gak murah juga sih uang pangkalnya, tapi SPP perbulannya ga terlalu mahal. Sekolah ini berbasis islam, sama seperti TKI Pondok Duta. 

Biaya TK A 2017 :
Dana Pengembangan : Rp. 7.000.000,-
Dana Pendidikan : Rp. 8.500.000,-
Biaya Seragam Putra : Rp. 720.000,-
Biaya Seragam Putri : Rp. 950.000,-
SPP per bulan : Rp. 1.000.000,- (include catering)
Iuran BP3 : Rp. 300.000,- (per tahun)
Uang formulir : Rp. 750.000,-
Total : Rp. 18.270.000,- (Putra) atau Rp. 18.500.000,- (Putri)

Pertimbangan :
+ Deket banget dari rumah. hanya 1.9 km.
+ Berhubung sepupu Affan disini juga, jadi bisa anter jemput sekalian sama dia.
+ Pembiasaan hariannya oke banget, belajar makan sehat, solat dhuha dll.
+ Naik ke TK B hanya bayar BP3 aja.
+ Sekolahnya rapi dan bersih.
+ SPP udah termasuk makan siang.
+ Sistem moving class.

- Mahaaaaaaaaaaaaaaaal banget.
- Kelas ga ber-AC dan tidak ada CCTV untuk uang pangkal sedemikian gedenya.
- Area main kurang luas, ga ada lapangan besar untuk lari-lari.











AL FAUZIEN ISLAMIC SCHOOL
Jl. Margonda Raya Pesona Depok Estate
Blok. V No 12, Depok
Phone : 021 . 776.01.41
Al Fauzien ini juga idolanya forum sekolah Depok di TUM. So far saya merasa ini sekolah paling cocok buat Affan. Karenaa bahasa pengantarnya bahasa Inggris, tapi sekolahnya sekolah Islam. Pas didatengin duh saya speechless naksir banget sekolahnya.

Biaya TK A 2017 :
Uang pangkal : Rp. 10.500.000,-
Seragam 5 stel : Rp. 925.000,-
Perlengkapan 1 th : Rp. 1.139.000,-
Kegiatan 1 th : Rp. 1.275.000,-
Kesehatan 1 th : Rp. 95.000,-
SPP per bulan : Rp. 950.000,-
Uang formulir : Rp. 500.000,-
Total : Rp. 15.384.000,-
(Akan ada extra charge jika ambil catering sebesar Rp. 15.000 per hari dan ekskul Rp. 500.000 per ekskul per semester)

Pertimbangan :
+ Uang pangkal lebih murah.
+ Pengantar bahasa inggris 
+ Sekolah islami
+ Sekolahnya enak bangeeeeeeet.
+ Ada CCTV
+ Ekskul banyak
+ Kelas ber-AC
+ Ada lapangan luas

- Jauh dari rumah, sekitar 7.1 km dari rumah.
- Tidak moving class.
- Mereka ga bisa janji akan ada jemputan ke daerah rumah saya dan masih sangat tergantung sama jumlah peminat ke area rumah saya. Hikssss gambling banget :(




















Sejauh ini saya dan suami sih berat ke Al Fauzien, karena emang keren banget sekolahnya. Affan juga happy banget disana ga mau pulang. Cuma balik lagi saya belum dapet kepastian ada atau ga jemputan yang mengarah ke rumah saya. Doakan semoga ada jawaban dan saya segera nemuin sekolah yang sesuai untuk Affan ya. Buat ibu-ibu yang lagi kepusingan cari sekolah anaknya juga, semangat kakaaaaak! Semoga Allah mempermudah proses pencarian kita dan yang terbaik hasilnya. Amiiiin :)


Love,
Dyta Putri

Continue Reading

Tuesday, January 03, 2017

Getaway : Singapore

Assalamualaikum,

Jadiii, 23 Oktober 2016 lalu, saya berkesempatan mengunjungi Singapore bareng sama temen-temen dari birthclub-nya Affan yaitu Ibu Razka (Mbak Elga) dan Ibun Chio (Reti). Sebenernya ide jalan-jalan ini dadakan sih. Kita bertiga kepengen aja me time yang bener-bener me time tanpa anak-anak. Awalnya sih sudah yakin kalo para suami ga akan izinin, soalnya kita bertiga sesama beranak dua. Bahkan saya dan Reti masih punya infants. Tapi surprisingly, para suami akhirnya mengizinkan kita pergi bertiga aja tanpa bawa anak-anak. Rasanya aneh sih buat saya sebenernya diizinin hahaha. Satu sisi saya happy banget bisa me time bareng temen-temen, terlebih lagi ini perjalanan  pertama saya ke luar negeri. Tapi di satu sisi, duh anak-anak gimana ya sama Ayah dan ART di rumah? Yaah cuma ga ketemu anak-anak sehari sih, tapi sama aja deg-degan ninggalin anak-anak di rumah.

Akhirnya harinya tiba, kita berencana akan pergi pas weekend. Kita take off dari Jakarta hari Minggu pagi-pagi sekali dan akan kembali ke Jakarta hari Senin malam. Minggu pagi, saya dianterin suami ke airport. Setelah pamit sama suami dengan sejuta pesan berantai , saya ketemuan sama Reti dan Mbak Elga dan langsung masuk nunggu waktu keberangkatan tiba. Pesawat take off tanpa delay, dan saya tiba di Singapore sekitar jam 10 pagi waktu Singapore. Ya ampuuun pertama menginjakkan kaki di Changi Airport rasanya semacam "Fiyuh akhirnya bisa jalan-jalan ke luar Indonesia juga ahaha".





Hari pertama saya di Singapore dihabiskan dengan terkagum-kagum ngeliat Singapore yang bersih, tertib dan rapiii banget jalanannya. Selesai urusan imigrasi dan bagasi, kita keluar Changi dan langsung ke MRT Station untuk menuju ke hotel. Kita pilih untuk nginep di daerah Orchard dan sekitarnya biar deket sama MRT Station, jadi kalau mau kemana-mana aksesnya gampang. Kalau di Jakarta kita terbiasa kemana-mana naik transportasi online atau taksi, disini MRT idolanya. Karena MRT ini lebih cepat, jauh lebih murah juga. Cuma yaa harus rela jalan agak jauh sekeluarnya dari station. Mengejutkan sih geret-geret koper ditengah jalan hahaha.


Kita bertiga akhirnya sampe di hotel dan alhamdulillah bisa early check in. Kita sengaja pilih nginep di Holiday Inn Somerset ini karena menurut temen saya kamarnya luas untuk bertiga. Satu hal yang bikin saya bengong ketika booking hotel di Singapore adalaaah harganya yang mahal banget. Menginap semalam di Holiday Inn itu ratenya masih diatas Rp. 2,000,000 semalam. Di otak saya dengan rate segitu pasti hotelnya luar biasa megah dan baru. Tapi ternyata pas saya sampe, hotelnya sudah cukup tua dan klasik banget semacam Hotel Kartika Chandra kali ya kalo di Jakarta haha. Dan yaaah saya nyaris ga bisa cari hotel yang ratenya biasa-biasa aja di tengah Orchard. Tapi jangan khawatir sebenernya ada hostel-hostel terjangkau juga di Singapore kok. Tinggal berbalik lagi aja ke pilihan kita.





Selesai check in kita istirahat sebentar di kamar. Temen saya pumping dulu. Saya pun selonjoran dulu. Sekitar jam 11 kita keluar menuju Bugis untuk makan siang. Dari hotel kita kembali naik MRT menuju ke Bugis Junction. Ternyataa Bugis Junction itu yaa mirip-mirip Citos deh kalo disini. Mallnya terbuka gitu. Di Bugis Junction ini, temen saya sempet jajan Old Chang Kee yang katanya enak banget. Jadi dia semacam food street yang ngejual gorengan macam siomay goreng, head squid, bakso ikan dll. Dimakannya pake saos aja. Dan rasanya syurgaaaa banget huhuuu saya nyesel ga beli banyak. Sebenernya di Senayan City ada kok Old Chang Kee ini, tapi sayangnya rasanya jauuuuuh banget beda sama yang di Singapore hikssss!





Melanjutkan perjalanan kita di Bugis Junction, kita langsung cari makan siang. Target makan siang kita adalah Nando's! Haram banget ke Singapore kalo ga makan Nando's katanya hahaha. Saya udah ga sabar banget nyobain menu hits mereka yaitu si peri-peri chicken. Dan benar sekali ternyataaa peri-peri chickennya luar biasa enak. Saya ga pernah makan ayam yang lebih enak dari ini kayanya hahahaha. Setengah ekor ayam dengan dua side dish dihargai sekitar 23 SGD. Lumayan pricey, tapi sangat-sangat sesuai sama rasanya. Super love!





Selesai makan, saya menuju ke Bugis Street untuk beli oleh-oleh. Bugis street ini hemmm ga jauh beda sama Pasar Tanah Abang. Desek-desekan banget, gerah pula. Tapi yaa oleh-oleh disini emang murah-murah banget sih. Gantungan kunci contohnya, dihargai 10 SGD untuk 30 pcs. Kaos-kaos oblong juga dihargai 10 SGD per 3 pcs.


Selesai dari Bugis Street kita kembali menuju Orchard. Tujuannya apalagi kalo bukan ngudak-ngudak mall hahaha. Singapore ini emang surga banget untuk belanja dan jajan. Jadi kalo mau kesini kayanya sedih kalo ga bawa uang -_-.








Kita ngabisin waktu lumayan lama di ION Orchard. Sampe kira-kira jam setengah empat sore. Sebelum balik ke hotel, kita nyicipin dulu one dollar ice cream yang katanya hits. Dan yahhh lagi-lagi rasanya beda jauh banget sama yang dijual di Indonesia. Yang di Orchard ini beneran enak banget rotinya pun.



Sampe di hotel kita beres-beres, mandi sore dan langsung cusss lagi karena kita mau ke Gardens By The Bay. Gardens by the Bay ini lokasinya deketan sama Marina Bay Sands. Untuk masuk ke Gardens By The Bay itu bayar sekitar 20 SGD per orang kalo ga salah. Aaaaah saya ga bisa berkata-kata, saya betah banget di Gardens by the Bay -_-








Selesai dari GBTB kita menuju ke The Shoppes at Marina Bay Sands buat nyari sepatu. Yang dicari ga adaaa, kita langsung balik menuju ke Mustafa Center buat belanja cokelat dan koper. Mustafa itu semacam mall tapi lebih mirip ITC lah ya. Lokasinya di Little India, semua petugas disana pun nampaknya orang India. Mustafa ini jual segala macam barang dari A sampe Z. Dari sembako, obat, baju, make up, mesin cuci, piano, koper, perhiasan, sepatu, komputer dan err semua ada deh hahahah. Mustafa ini kalau gak salah bukanya 24 jam, jadii yah silakan kesana jam berapa aja. Di Mustafa ini saya beli banyak cokelat-cokelat untuk oleh-oleh, mac and cheese untuk Affan Kianna, berbagai teh untuk Mama dan mertua saya plus suplemen. Keluar dari Mustafa Center udah jam 12 malam lewat, jadi kita langsung balik dan cari makan di pinggiran hotel aja.

Keesokan harinya, jadwal pertama kita adalah ke Merlion Park terlebih dahulu. Sayang sekali, pas kita udah setengah perjalanan menuju ke Merlion Park, hujan turun deres bangeet dan mengakibatkan kita ga melanjutkan perjalanan kesana. Akhirnya berbalik arah langsung menuju ke Vivo City untuk kemudian naik MRT menuju ke Sentosa Island. Sampe di Vivo City masih kepagian banget, akhirnya nyobain Subway dulu sambil killing time. 



Selesai makan, kita langsung menuju ke Sentosa Island. Di Sentosa Island kita ga masuk Universal Studio sih, cuma foto-foto di depannya aja. Nanti lah one day kalau kita bisa balik lagi kayanya akan lebih menyenangkan masuk kesana bareng anak-anak ya.




Selesai foto-foto di depan USS, kita mampir di toko obat deket situ buat belanja suplemen anak-anak. Entah deh saya selalu happy masuk ke toko obat semacam Guardian atau Watson di Singapore, karena isinya lengkap banget banyak vitamin-vitamin, kosmetik-kosmetik, dan skincare yang ga masuk ke Indonesia hehe.

Selesai dari pharmacy store, kita balik menuju Vivo City lagi dan kemudian makan siang di restorannya Jamie Oliver. Makan di restorannya Jamie Oliver ini sebenernya wishlist si Ibun, katanya enak bangeet. Yahh enak sih memang, siapa sih yang ga tau Jamie Oliver ya kan. Tapii tetep saya masi penasaran sama pasta carbonaranya, walau yaa ga bisa makan juga karena non halal hihi. A bit pricey makan disini, tapi worth a try.


Selesai makann siang seperti biasa namanya emak-emak jalan bertigaan tanpa suami dan anak, apalagi kerjaannya selain seliweran di mall, keluar masuk toko haha. Yes, window shopping is the most effective therapy for releasing your stress, right?

Dan kita menghabiskan sisa siang dan sore kita di Singapore dengan tawaf di Vivo City, Takashimaya, ION Orchard dan Paragon Mall. Eh iya di Paragon ada semacam cake shop yang jual semacam cheesecake gitu enaaaaak bangeet hiks, namanya Gastronomia. Nyesel cuma take away 1 cup doang dan akhirnya dimakan di airport sambil nunggu boarding. 



Buat saya, perjalanan kali ini nyenengin banget. Yes, even mothers need a free time ya. Ya namanya kita kerja juga, urus anak juga almost 24 hours. Boleh lah ya sekali-kali pergi sendirian nyegerin pikiran biar ga stres, biar seger dan fun juga besok-besok urus anaknya, dan biar ga julid juga sih hahahahaha. Terima kasih banyak buat para suami dan anak-anak yang udah baik-baik banget nunggu Mommy, Ibun dan Ibunya pulang. Insya Allah kalau ada rezeki, pengen banget bisa kembali lagi ke Singapore bawa anak-anak dan keluarga lengkap. Amin.



Love,
Dyta Putri
Continue Reading