Thursday, September 11, 2008

PERDAGANGAN SAHAM
Harga Minyak Turun,
IHSG Tertekan Signifikan


Kamis, 4 September 2008
JAKARTA (Suara Karya): Indeks harga saham gabungan (IHSG) di lantai PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga penutupan perdagangan Rabu (3/9) mengalami tekanan. IHSG jatuh 43,052 poin atau sebanyak 1,99 persen ke level 2.116,000.
Analis Riset PT Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing mengatakan, turunnya harga minyak masih menjadi penekan indeks BEI. "Arah indeks dalam jangka pendek dan menengah masih melemah, bahkan bisa kembali ke titik terendah tahun ini (level 2.069), hal ini masih terkait dengan harga minyak," katanya.
Selanjutnya, indeks yang memuat sebanyak 45 jenis saham terlikuid pun, yaitu indeks LQ-45, juga turun 11,256 poin atau 2,51 persen menjadi 437,161 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 9,830 poin atau 2,82 persen menjadi 338,214.
Harga minyak mentah jenis light sweet AS pengapalan Oktober turun 34 sen menjadi 109,37 dolar AS per barel, sedangkan minyak mentah Laut Utara Brent pengiriman Oktober juga turun 29 sen menjadi 108,05 dolar AS per barel.
Turunnya harga minyak ini terkait dengan tindakan pemerintah Amerika Serikat yang mengumumkan akan mengeluarkan cadangan minyak strategis untuk membantu upaya pemulihan setelah serangan Badai Gustav.
Selain itu, kondisi ekonomi global yang masih dihantui pelemahan dan tingginya inflasi juga masih menjadi perhatian pelaku pasar.
Kemarin, saham dengan basis pertambangan mengalami tekanan jual paling banyak seiring dengan turunnya harga minyak ke posisi 109 dolar AS per barel. Sedangkan koreksi saham perbankan terjadi karena mengantisipasi rapat dewan gubernur BI pada Kamis besok (4/9/2008).
Perdagangan saham kemarin mencatat transaksi sebanyak 55.891 kali, dengan volume 2,114 miliar unit saham, senilai Rp 3,524 triliun. Sebanyak 41 saham naik, 164 saham turun, dan 43 saham stagnan.
Beberapa saham yang mengalamti tekanan harga, antara lain, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 250 menjadi Rp 4.800, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp 1.400 menjadi Rp 12.900, dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) Rp 250 menjadi Rp 1.800, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp 40 menjadi Rp 1.330.
Sebaliknya, saham-saham yang mengalami peningkatan harga adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik Rp 150 menjadi Rp 6.400, PT Astra Internasional Tbk (ASII) naik Rp 100 menjadi Rp 21.300 dan PT Bank Panin Tbk (PNBN) Rp 10 menjadi Rp 970.

Sementara itu, berdasarkan tinjauan kebijakan moneter Agustus 2008 yang dirilis BI, Rabu (3/8/2008), nilai aktiva bersih (NAB) reksadana hingga Juli 2008 tercatat meningkat tipis menjadi Rp 94,5 triliun dari NAB Juni 2008 yang sebesar Rp 94,4 triliun. Hal tersebut bersumber dari net subscription reksa dana terproteksi sebesar Rp 3,41 triliun dengan NAB yang telah mencapai Rp 23,04 triliun.
NAB reksadana diprediksi bisa menembus Rp 100 triliun berkat perkembangan produk reksadana terproteksi yang merupakan produk paling diminati dan menjadi pendorong kinerja reksadana saat ini.
Namun, untuk pasar obligasi, kehati-hatian pasar masih tetap tinggi di tengah meningkatnya risiko global dan tekanan inflasi domestik. Kondisi tersebut tercermin pada penurunan rata-rata harian volume perdagangan obligasi korporasi. (Agus H/Sabpri Piliang)

0 comments:

Post a Comment