Friday, November 15, 2013

Something You Should Know, my Little Man..



Dear Affan,


Mungkin one day Affan bakal liat selembar kertas kaya gitu. Dan Mommy cuma mau bilang, maaf, maaf, maaf, maaf dan maaf yang sebesar-besarnya karena kamu ga punya sertifikat seperti itu, seperti temen temen Affan lain pada umumnya. Sertifikat itu diberikan untuk bayi bayi yang disusui ibunya hanya dengan ASI saja Bang. Affan pasti tau kan, Affan minum susu formula lebih banyak dari minum ASInya Mommy. 

Kenapa?

Satu hal yang harus Affan tau, kalo Mommy pun sebenernya pengeeen banget nyusuin Affan secara penuh enam bulan. Tapi yaaa, Affan harus bisa nerima kenyataan ya Nak. Maafin Mommy atas keadaan Mommy (inverted nipple) yang kaya gini, jadi kamu susah nyusu langsung. Dan Mommy gak nyalahin Affan kok karena Affan ga bisa nyusu langsung dengan kondisi Mommy begini. Mommy juga gak maksa kamu bisa. Mommy gak pernah ngebanding-bandingin kamu sama bayi bayi lain yang tetap bisa menyusu langsung walau kondisi ibunya kaya Mommy juga. Mommy selalu mikir, ini bukan salah Affan dan bukan sepenuhnya salah Mommy walau banyak orang beranggapan ini sepenuhnya salah Mommy. One thing we should know, little kid. There is someone out there, has a bigger control for our life. Mommy lebih nganggep hal ini sebagai jalan yang ditulis Allah buat kita berdua. Dan Mommy mau someday Affan bisa ngerti kenapa dan bagaimana bisa Mommy gak nyusuin Affan secara penuh 6 bulan. 

Another thing you should know, Affan. Mommy's keep on trying. Trust me. Bahkan sebelum Affan lahir, Mommy prepared everything. Breastpump sampe dua, buku tentang menyusui, cooler bag, botol botol kaca, dan perlengkapan lain untuk bisa menyusui Affan sampe 6 bulan. Tapi ya itu, gak semuanya yang kita rencanain bisa gampang dilaksanain. Ternyata menyusui itu, pretty hard for us.

And, i'm really really sorry for giving you formula. Affan harus tau lagi, Mommy memutuskan untuk ngasih Affan susu formula juga pada akhirnya, karena sedemikian besar Mommy sayang sama Affan. Mommy adalah orang yang keras kepala, tapi Mommy gak akan keras kepala untuk maksa nyusuin kamu secara eksklusif kalo nantinya mengorbankan pertumbuhan kamu. Mommy bukan tipe ibu yang prinsipil harus ASI Eksklusif tapi berat badan anaknya terseok seok diluar Growth Chart. Dan lagi lagi Mommy gak sekalipun pernah nyalahin Affan karena produksi ASI Mommy lama lama berkurang karena Affan gak mau nyusu langsung sama Mommy.

Affan bahkan belum setengah tahun. Tapi Affan harus bisa maafin orang orang yang menganggap bayi minum formula itu anak sapi. Trust me again, sweetie. Kamu lahir dari rahim Mommy. Dan susu yang Mommy kasih ke kamu bukan racun atau sesuatu yang haram di mata Allah. Jadi satu lagi yang Affan harus belajar, adalah bahwa omongan dan penilaian orang lain itu gak penting, karena yang berhak menilai kita cuma satu. Yang nyiptain kita. Affan juga harus maafin mereka yang menilai Mommy buang buang uang untuk beli sufor, karena kamu gak perlu tau berapa banyak uang yang Ayah Mommy keluarin buat susu Affan, berapa juta pun sebulan, Mommy selalu ikhlas ngeluarin uang buat Affan. Kita sama sama berdoa buat orang orang yang mencemooh Mommy dan Affan, supaya ASI mereka cukup untuk anak mereka. Karena back again Affan, Allah menuliskan kaya gini untuk kita karena Allah yakin kita bisa.

Terus, apa Mommy iri? Apa Mommy kecil hati? I did. Awalnya Mommy iri dan kecil hati sama mereka yang produksi ASInya melimpah ruah sampe kulkasnya penuh. Tapi pada akhirnya, iri ya sebatas iri. Mommy is back again with the reality. Mommy kembali berpikir lagi, ya udah ditulis kaya gini sama Allah. Kalo ini diibaratkan cobaan, Mommy yakin Allah has already prepared the solution for us dan Allah gave this, because Allah knows we can through this. Dan iri Mommy hilang dengan sendirinya begitu liat kamu secerdas dan seaktif ini. 

Lalu haruskah Affan iri dan kecil hati juga? Please you don't have to.
Affan gak perlu iri sama mereka yang punya kertas kaya diatas. Dan Mommy ga akan bohongin kamu dengan tetep bikin sertifikat itu. Toh Affan sama aja sama yang lain. Affan sakit, mereka juga sakit. Affan bisa tengkurep juga. Affan bahkan udah mulai bisa duduk di high chair walau sedikit goyah di usia 5 bulan kurang. Mereka yang ASIX bahkan banyak yang belum bisa duduk tegak sampe diatas 6 bulan.



All you have to do is just enjoying your childhood. Yang penting tumbuh kembang Affan bagus. Ga terhambat. Dan sebentar lagi Affan makan. Trust me, i won't stop trying for giving you all the best. 

I LOVE YOU NO WORDS CAN SAY.

Your teary Mommy,

12 comments:

  1. huhuhuuuu.....affaaaannn....puk2 Dyta n Affan...i do, can feel what u feel now...jauh sebelum my little princess lahir, udah siapin ratusan botol kaca yg akhirnya berakhir di kulkas Ibun, milky saver yg katanya buat nampung tetesan asi terakhir, saking sayangnya gw sm si Byan smp gak mau asi gw bececeran kebuang sia2, breastpump ga tanggung yg double pumping, biar cpt ngosongin PD biar cpt produksi lg, yg manual jg dua biji stok kalo2 lg jln mau mompa...cooler box, apron, dan beragam pritilan n protolan lainnya....tp apa daya, gw harus merelakan impian gw hancur (lebayyyy)....

    ReplyDelete
  2. yaaaah begitulah ci, hidup ga selalu kaya yg kita mau *tsaaaaah *lap aer mata

    ReplyDelete
  3. Kondisi Byan yg Tongue Tie (TT) bkin dia susah nyusu, crack nipple smp berdarah darah n bernanah, gw tahanin, smp2 tiap kali nyusuin gw gigit bibir kuat2 spya gak nangis, saking sakitnya...demi apa? demi memberikan yg terbaik buat anak kt. dan pd akhirnya, cm yang DIATAS yg bs menilai kt, sebesar apa usaha yg kita lakuin kita buat our babies....

    ReplyDelete
  4. Bener ci, setujuu. Janganlaah sampe ngatain anak sapi, dia tau kan kita ibunya. Ga ngehargain banget.

    ReplyDelete
  5. Let it be... let it be... let it be oh let it be *nyanyik sambil nangis

    Manusia yg bikin istilah eksklusif, manusia jg yg bikin istilah anak sapi, dan kita diantara kumpulan manusi2 tersebut, tp Alloh tahu dan Affan pasti merasakan, kasih sayang Mommy tdk di definisikan dari sekaleng susu sapi atau dada penuh ASI.

    Shaden hanya skali minum sufor saat hari pertama lahir karena kesedak, tapi ibu Eden tetap ga berencana menulis sertifikat itu. Menjadi seorang ibu bukan sesempit kotak susu, tapi seluas tanggung jawab dunia dan akhirat.


    cuekin aja tulisan dibawah ini, kaga s di edit, hp jadul wkww
    sebaik mungkin, tapi apapunyg

    ReplyDelete
  6. Huaaaaa maacih ibu edeeeen *kecup

    ReplyDelete
  7. kalau kata dokter gua, kita yang dibodohi oleh zaman, mengikuti aturan sehingga timbulah ambisi berlebihan, termasuk asix ini. dulu ga pake asix asix segala pak habibi jadi presiden kok, bayi yang makan pisang dr umurnya 2 hari juga skrg entah udah jadi CEO apa.. perjuangan ibu gak mentok di asix yang cuma 6 bulan, masih jauh dan jauuhh lagi perjuangan kita taa.. :))) kesehatannya, sekolahnya, lingkungannya dsb..

    ReplyDelete
  8. Iya pika.. Gak nyalahin sih mereka yang eksklusif, tapi ya tau sendiri kan yaa mereka kadang anggepannya kaya apa. Lah kalo gue sih kuat kuat aja dibilang apa, kasian Affan kalo someday dia tau dulu disamain sama anak sapi. Ampuuun sesama punya anak padahal ya :(

    ReplyDelete
  9. @mba cits: sukaaaa banget sm analogi kotak susu. mamah eden memang fantastis.

    @dyta: *sodorin kacamata kuda & sumpel kuping buat menghalau orang2 nyinyir. sing sumanget ah dyt, nu penting apan ganteng.

    ReplyDelete
  10. hihihi thanks anyway mamacup :*

    ReplyDelete
  11. Baru baca ini dyta...
    Hiks berkaca bacanya...
    Affan pasti bangga punya mommy kaya kamu *peluk...
    Shazia ASIX tapi aku ga pernah nyinyir sama ibu yang ngasih anaknya sufor...
    Aku yakin setiap ibu berjuang yg terbaik untuk anaknya.
    Semangat say, anak tumbuh sehat sempurna jauh lebih penting kan ya dibanding mikirin nyinyiran orang... *peluk

    ReplyDelete
  12. hehehe iyaa des, sekarang udah bener bener bodo amat deh sama yang gitu gitu. Thank you mama Shazia ;)

    ReplyDelete