Saturday, May 07, 2016

#AlergiTetapBerprestasi? Siapa Takut?!

Assalamualaikum,

Sebagai seorang ibu yang punya dua anak alergi, saya sekarang jadi concern banget sama permasalahan ini. Gimana enggak ya, menurut yang saya baca, angka alergi pada anak ini semakin menanjak secara global. Berdasarkan International Study Asthma and Allergies in Childhood, prevalensi alergi pada anak semakin meningkat, termasuk di negara Asia Pasifik, seperti Indonesia. Sedangkan World Health Organization (WHO) memprediksi, prevalensi asma akan mencapai 400 juta orang pada 2015 dan sekitar 50 persennya diperkirakan menderita alergi makanan. Dan World Allergy Organization (WAO) pun memperkirakan, 1,9 samai 4,9 persen anak-anak di dunia menderita alergi susu sapi (CMA).

Nah, sekitar bulan lalu itu saya sekilas membaca mengenai World Allergy Week di sebuah portal media online. Jadi ternyata, World Allergy Week adalah sebuah program tahunan inisiasi World Allergy Organization (WAO) yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai alergi dan penyakit lainnya yang terkait, serta menggagas pelatihan dan sumber daya untuk melakukan diagnosa dan tindakan pencegahan.



Berkaitan dengan World Allergy Week, Morinaga menggagas kampanye Semua Dari Ingin Tahu (yang terdiri dari langkah: Tau - Cegah dan Atasi - Sebar) pada bulan April 2015 lalu. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman akan alergi sejak dini, agar alergi tidak sampai menghambat potensi si Kecil. Melalui kampanye ini, Morinaga ingin megajak para orang tua untuk meningkatkan kesadaran pentingnya mendapatkan informasi alergi secara benar agar bisa mendukung si Kecil yang alergi tetap berprestasi.

LANGKAH 1: TAU
Morinaga sadar bahwa langkah pertama bagi ibu untuk mencegah dan mengatasi alergi anak adalah dengan terlebih dulu mengenali alergi Si kecil. Dukungan Morinaga untuk menjawab tantangan langkah pertama ini adalah dengan merilis microsite: www.cekalergi.com dimana setiap orangtua ataupun calon orangtua, bisa mengetahui risiko Si Kecil menderita alergi. Sistem ini juga didukung dengan muatan saran, rujukan serta informasi mengenai nutrisi untuk anak alergi.

LANGKAH 2A: CEGAH
Pada dasarnya, alergi dapat diatasi, dan kita bisa mencegah anak mewarisi bakat alerginya. Morinaga dari masa ke masa, secara konsisten melakukan edukasi mengenai alergi mulai dari pemahaman, pencegahan dan solusinya, agar Si Kecil yang menderita alergi, bisa tetap tumbuh secara optimal. Rangkaian kegiatan edukasi “Pastikan Alergi Tidak Menghambat Potensi Si Kecil” untuk para orangtua yang berjalan sejak tahun 2012 lalu hingga kini, merupakan seminar nasional sebagai bentuk dukungan Morinaga kepada Bunda ataupun calon Bunda, agar bisa memahami fakta mengenai alergi dan membantu mengatasi alergi Si Kecil. Secara umum, CEGAH sebagai langkah kedua, terdiri dari 4 kunci utama:
  1. Pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan pertama sangat membantu perkembangan sistem kekebalan tubuh dan metabolisme Si Kecil. 
  2. Hindari paparan rokok selama hamil dan menyusui. 
  3. Menunda pemberian telur, ikan, susu sapi, dan alergen lainnya dalam menu makan Si Kecil, merupakan cara yang baik untuk mencegah alergi.
  4. Pemberian susu formula Protein terhidrolisat Parsial (P-HP) untuk bayi-bayi yang tidak bisa mendapatkan ASI. 
LANGKAH 2B: ATASI
ATASI untuk bayi dan anak yang mendapatkan susu formula dan ternyata alergi terhadap protein susu sapi adalah dengan menghindari protein susu sapi yang utuh dan sebagai penggantinya, bisa diberikan formula hidrolisat penuh, formula asam amino atau formula isolat protein kedelai (soya). Kunjungi website www.cekalergi.com untuk informasi dan kebutuhan nutrisi anak alergi.

LANGKAH 3: SEBAR
SEBAR sebagai langkah terakhir, menjadi salah satu langkah terpenting dalam menyebarluaskan informasi yang tepat khususnya mengenai alergi pada Si Kecil, agar sedini mungkin dapat dilakukan pencegahan dan penanganan yang tepat. Harapannya, bagi yang sudah memahami tahapan KAMPANYE SEMUA DARI INGIN TAU ini, bisa membantu menyebarkan informasi mengenai langkah awal dalam mengatasi alergi.

Inisiatif yang dilakukan Morinaga tahun ini adalah dengan memberi kesempatan kepada para orang tua untuk berkonsultasi kepada para pakar atau dokter anak ahli alergi melalui coaching clinic, Hospital Parenting Seminar dan Radio Talkshow beberapa kota serta layanan live chat. Sehingga dengan Tau mengenai informasi alergi yang tepat, orang tua diharapkan dapat menCegah dan mengAtasi alergi sejak dini. Selain itu, Morinaga mengajak para orang tua untuk ikut berbagi (Sebar) pengalaman tentang bagaimana sih mendukung anak yang alergi agar tetap berprestasi.



Nahhh berhubung anak saya dua-duanya alergi, saya merasa terbantu sekali dengan adanya fasilitas ini dari Morinaga. Sebelumnya saya mendapatkan informasi mengenai alergi hanya dari DSA dan cari-cari di search engine web aja, belum pernah mendapat informasi langsung dari ahlinya. Padahal alergi ini bukan sesuatu yang bisa disepelekan loh ya, mengingat bahwa alergi ini bisa menjadi hal yang sangat serius jika tidak ditangani dengan benar.

Maka dari itu, beberapa waktu lalu saya meluangkan waktu untuk mengikuti live chatdi cekalergi.com/AllergyWeek. Dalam sesi tanya jawab saya kemarin, saya berkonsultasi mengenai pertanyaan-pertanyaan saya seputar alergi. Dari hasil konsultasi via live chat, berikut yang saya dapatkan.

Pertanyaan 1 : Apa sih alergi itu?

Alergi adalah sebuah reaksi salah dari sistem kekebalan tubuh terhadap suatu zat yang dianggap berbahaya padahal zat tersebut tidak berbahaya, seperti serbuk sari, bulu binatang dan lain sebagainya, yang dalam hal ini disebut sebagai Alergen. Selain berdampak terhadap kesehatan fisik seperti gangguan kulit (bentol, gatal/ruam kulit, eksim), gangguan pernafasan (bersin-bersin, mengi/nafasberbunyi, tenggorokan gatal), dan gangguan pencernaan (mual, muntah, diare, BAB berdarah), alergi juga berdampak besar terhadap konsentrasi belajar anak dan beban ekonomi keluarga (biaya dokter dan obat-obatan penunjang). Sampai saat ini, penyakit akibat alergi bisa ditangani, namun alerginya sendiri belum bisa disembuhkan.

Pertanyaan 2 : Apa sih faktor penyebab alergi itu? 

Ada dua faktor penyebab terjadinya alergi, yaitu faktor genetik dan lingkungan.
    • Faktor genetik. Anak mendapatkan ’bakat’ alergi yang diturunkan dari orangtuanya. Anak yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat alergi, memiliki peluang mengalami alergi lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak.                                                                         
    • Faktor lingkungan. Dalam keadaan normal, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi jika terdapat ’ancaman’ dari luar. Ketika ’ancaman’ berupa bakteri atau virus menyerang, sistem kekebalan akan melindungi tubuh dengan cara menghasilkan antibodi. Dalam keadaan alergi, sistem kekebalan tubuh salah mengenali bahan yang sesungguhnya tidak berbahaya sebagai suatu ’ancaman’ sehingga menimbulkan reaksi alergi. Bahan tersebut dikenal dengan istilah alergen. Alergen bisa berasal dari makanan, debu/serbuk tanaman/ bulu hewan/jamur, lateks, sengatan serangga atau obat-obatan.
Pertanyaan 3 : Anak saya sering sekali pilek. Bagaimana membedakannya untuk tau itu alergi atau infeksi virus?

Batuk pilek akibat alergi ditandai dengan tidak disertai demam, riak atau ingus bening (tidak kental dan tidak berwarna), dan tidak dominan terjadi pada siang hari.

Pertanyaan 4 : Kemarin anak saya makan keju lalu pipinya merah-merah. Bagaimana cara mengetahuinya apakah benar dia alergi keju atau tidak?

Lakukan diet eliminasi, diamati, lalu dilanjutkan diet provokasi. Stop dulu pemberian keju lalu amati selama 14 hari. Lalu, berikan lagi keju dan amati apakah gejala alergi muncul lagi.

Setelah berkonsultasi via live chat, saya masi merasa kurang puas. Kebetulan di kaki Kianna ada bercak merah dan harus dilihat dokter untuk tahu apakah bercak itu efek alergi atau hanya digigit serangga. Affan pun lagi batuk pilek dan sudah hampir seminggu tidak membaik even sudah saya kurangi gejalanya dengan minum obat. Beberapa hari berikutnya saya jadwalkan untuk berkunjung ke KalCare di Pondok Indah Mall 2 dan menemui dokter anak ahli alergi disana. Karena kebetulan sedang ada layanan coaching clinic dari Kalbe Nutritionals dan Morinaga. 




Sampai disana, saya disambut dengan Chila di depan pintu masuk KalCare. Affan langsung sumringah, Kianna pun sampe terkesima ngeliat Chila yang super lucu. Pas saya dateng, dokternya belum datang. Jadi, kami nunggu dulu sekitar 20 menit di KalCare. Menunggu di KalCare itu ga berasa deh, karena KalCare dibuat super nyaman banget untuk orang-orang yang datang kesana. Affan betah banget di KalCare, karena banyak mainan, banyak buku dan bebas minum susu Morinaga juga disana karena biasanya disediakan di dalam dispenser. Sekilas info aja, KalCare ini selain menjual produk-produk keluaran Kalbe Nutritionals, juga menyediakan layanan cek dan konsultasi kesehatan gratis loh. Kalau kita mau datang hanya untuk timbang berat badan anak juga boleh banget. 
















Saya menimbang berat badan Kianna sambil menunggu dokter datang.

Voucher gratis cek kesehatan.

Cek Kesehatan dan konsultasi dengan nutrisionis Kalbe.




Tidak lama kemudian, dr. Mia datang dan saya langsung menuju ke ruang konsultasi. Saya langsung menyampaikan keluhan saya dan banyak bertanya kepada beliau. Jadi, bercak merah di kaki Kianna adalah efek alergi dairy products yang lalu. Sedangkan Affan juga dicurigai batuk pileknya efek dari alergi yang entah apa. Setelah memeriksakan Affan dan Kianna, Affan kembali bermain dan saya melanjutkan ngobrol-ngobrol saya dengan beliau. Menurut dr. Mia, alergi bukanlah sesuatu yang membahayakan anak kita asal ditangani secara tepat. Tapi kalau dibiarkan, efeknya bisa sangat fatal karena bisa mengganggu kualitas hidup si anak. Terganggunya kualitas hidup ini bisa menghambat tumbuh kembang si anak juga. Berikut yang saya tanyakan ke dr. Mia ya.

Pertanyaan 1 : Alergi susu sapi tuh manifestasinya dalam bentuk apa aja sih?
Manifestasi alergi susu sapi biasanya paling dominan terlihat dari gangguan saluran cerna seperti diare, nyeri perut hebat atau kolik. Yang paling sering terlihat berikutnya adalah dari kulit, berupa urtikaria/biduren dan dermatitis atopik. Berikutnya adalah dalam bentuk gangguan pernapasan seperti asma dan rinitis. Dan yang paling umum terjadi adalah anafilaksis yaitu ruam gatal, pembengkakan tenggorokan, dan tekanan darah rendah.

Pertanyaan 2 : Didalam susu sapi tuh bagian apanya sih yang bikin alergi?
Komponen dalam protein susu sapi yang biasanya memicu reaksi alergi adalah kasein dan whey-nya. Dan manifestasi terbanyaknya adalah dalam bentuk dermatitis atopik.

Pertanyaan 3 : Bisakah alergi susu sapi sembuh?
Alergi tidak bisa disembuhkan, hanya dapat dihindari pencetusnya. Tapi seiring bertambahnya usia, fungsi kerja organ tubuh semakin baik, alergi bisa berkurang atau bahkan hilang.

Pertanyaan 4 :Lalu bagaimana dengan pengenalan makanan padat pada bayi alergi?
Waktu pengenalan makanan padat yang tidak tepat, berpengaruh terhadap perkembangan penyakit alergi. Pengenalan makanan padat secara dini sebelum usia 3-4 bulan dapat menjadi faktor risiko alergi. Pada kelmpok berisiko alergi, penelitian menunjukkan bahwa pengenalan makanan padat pada usia 4-6 bulan dapat menurunkan kejadian alergi. Jadi, rekomendasi upaya pencegahan alergi adalah pemberian ASI eksklusif dan pengenalan makanan padat pada usia 6 bulan. 

Pertanyaan 5 : Bagaimana pencegahan alergi seharusnya dilakukan?
Secara umum, tindakan pencegahan alergi harus dilakukan sejak usia dini agar tumbuh kembang anak tidak terganggu. Poin  penting yang harus ditekankan adalah bahwa pencegahan primer alergi merupakan tindakan yang paling penting. Pencegahan penyakit alergi seperti asma, rinitis alergi, alergi makanan dan dermatitis atopik, menjadikan tumbuh kembang anak lebih optimal. Tindakan preventif ini mencakup tidak adanya restriksi diet selama masa kehamilan serta setelah melahirkan, dengan pemberian ASI eksklusif selama minimal 6 bulan dan tidak ada restriksi diet. Jika pemberian ASI tidak dimungkinkan, maka dapat diberikan susu formula hidrolisat. 

Pertanyaan 6 : Lalu untuk Affan Kianna gimana ya mengatasi alergi ini kedepannya?
Untuk Kianna, bisa dicoba di stop dulu pemberian produk susu sapi turunannya, kemudian coba dikasih lagi 14 hari kemudian. Untuk susu, ASI sudah paling baik untuk bayi dengan riwayat alergi seperti Kianna. Untuk kedepannya setelah satu tahun nanti jika ASI tidak mencukupi, boleh berikan UHT jika alerginya sudah membaik. Tapi kalau belum bisa pakai susu dengan protein sapi terhidrolisasi parsial atau susu soya. Untuk Affan sendiri ya harus lebih diperhatikan apa yang dimakan, dan harus diet eliminasi yang sama juga dengan adiknya.

Well said. Terima kasih banyak dr. Mia! Komunikatif dan ramah banget deh. Sebenernya masi banyak pertanyaan lagi tapi Kianna udah mulai rewel dan minta makan sore hehe. Lumayan terjawab lah kebingungan-kebingungan saya. 






Setelah selesai mengikuti coaching clinic, saya berkeliling di KalCare dan membeli beberapa box susu Chil Kid untuk Affan. Jadi, Morinaga menyediakan varian Susu Chil Kid PHP dan Susu Chil Kid Soya untuk anak-anak yang memiliki riwayat alergi. Si Kecil yang mengalami Alergi Susu Sapi, juga perlu mendapatkan nutrisi yang tepat untuk dapat menjadi Generasi Platinum.





Morinaga Chil Kid P-HP MoriCare+ Prodiges merupakan susu anak usia 1-3 tahun dengan Protein Whey terhidrolisa Parsial untuk mengurangi risiko alergi pada anak. Dengan Formula Moricare+ Prodiges yang memiliki sinergi nutrisi tepat dari Faktor Kecerdasan Multitalenta, Faktor Pertahanan Tubuh Ganda dan Faktor Tumbuh Kembang Optimal agar tumbuh sehat cerdas.




Morinaga Chil Kid Soya MoriCare+ Prodiges. Morinaga Chil Kid Soya merupakan susu anak usia 1-3 tahun dengan Isolat Protein Kedelai (sebagai sumber protein) yang berkualitas tinggi setara susu sapi (ditambahkan L-metionin dan karnitin). Cocok untuk anak yang memiliki alergi susu sapi / Intoleransi Laktosa / menderita Galaktosemia. Dengan Formula Moricare+ Prodiges susu anak ini memiliki sinergi nutrisi tepat dari Faktor Kecerdasan Multi talenta, Faktor Pertahanan Tubuh Ganda dan Faktor Tumbuh Kembang Optimal.




Tidak hanya sampai disitu, Morinaga juga menyediakan fasilitas lainnya untuk menggali informasi sebanyak mungkin agar anak kita yang alergi bisa tetap berprestasi. Silakan langsung kunjungi www.cekalergi.com ya. Disana lengkap banget kita bisa cek alergi, berkonsultasi dengan dokter ahli alergi melalui fitur live chat, mencari inspirasi resep makanan untuk anak yang alergi, ngebaca artikel-artikel bermanfaat tentang anak, atau berbagi cerita dengan ibu-ibu lainnya. 



Fitur Tanya Dokter dan Live Chat untuk berkonsultasi langsung dengan dokter anak.


Fitur "Resep" untuk mencari resep makanan yang sesuai dengan kondisi anak.

Fitur "Cerita Bunda", tempat berbagi cerita mengenai pengalaman alergi anak-anak.

Fitur "Artikel", berisi informasi-informasi yang berguna untuk para orang tua.

Fitur "News & Promo", untuk mengetahui berita dan promo terkini dari Morinaga.

Salah satu fitur yang menyita perhatian saya adalah fitur Cek Alergi. Keren deh hanya dengan 13 langkah mudah kita bisa tahu seberapa besar peluang anak kita terkena alergi. Ini saya kasih tau step by stepnya ya.



Langkah 1 : Sign up dan isi data diri kita

Langkah 2 : Isi data diri Ayah.

Langkah 3 : Mengisi apakah Ayah memiliki riwayat alergi.

Langkah 4 : Mengisi jumlah anak yang dimiliki.

Langkah 5 : Pilih jenis kelamin anak.

Langkah 6 : Mengisi nama anak.

Langkah 7 : Mengisi tanggal lahir anak.

Langkah 8 : Mengisi jumlah saudara si Kecil.

Langkah 9 : Mengisi data riwayat alergi saudara kandung. 

Langkah 10 : Memilih susu yang dikonsumsi anak.

Langkah 11 : Memilih domisili tempat tinggal.

Langkah 12 : Mengisi data nomor telepon yang dapat dihubungi.

Langkah 13 : Mengisi alamat email aktif.

Dan berikut adalah hasilnya. Ternyata Affan memiliki resiko alergi sebesar 20-40% dan benar adanya. Berikut juga langsung muncul saran untuk orang tua untuk menyikapi hal ini.



Oh iyaa, disini kita juga bisa mengunduh jurnal alergi (download disini) yang berguna untuk mencatat jadwal dan menu makan si Kecil agar kita lebih mudah menelusuri kalau-kalau muncul reaksi  alergi. Seperti ini cara penggunaan dan tampilannya.



Gimana? Morinaga keren banget yah memfasilitasi kita untuk mengetahui alergi anak sejak dini. Setelah melakukan live chat, coaching clinic dengan dokter ahli, terus ngubek-ngubek cekalergi.com, saya merasa cukup terbekali dan merasa percaya diri bisa mendampingi Affan Kianna agar tetap berprestasi walaupun mereka alergi. Semoga cita-cita Affan jadi koki bisa terlaksana ya Abang hehe :* 



Jangan lupa untuk kunjungi cekalergi.com dan keep in touch dengan Morinaga untuk tau informasi-informasi dan kegiatan yang diselenggarakan Morinaga yaa :)

Facebook : Morinaga Platinum
Twitter : MorinagaID
Instagram : @Morinagaplatinum


Terima kasih banyak Morinaga dan Kalbe Nutritionals sudah menyediakan Solusi Total Alergi sedemikian baiknya. Sangat membantu dalam membekali informasi para orang tua yang memiliki anak alergi. Bersama Morinaga saya yakin bisa menjadikan Affan Generasi Platinum yang siap mengejar cita-cita dan menghadapi persaingan global! Aku padamu lah, Morinaga :*


Love,
Dyta Putri

0 comments:

Post a Comment