Saturday, May 07, 2016

Saya #SiapCerdaskanBangsa !

Assalamualaikum,

Seperti yang sudah saya jelaskan disini sebelumnya mengenai Parenting Seminar & Workshop #SiapCerdaskanBangsa bersama Morinaga , akhirnya tanggal 2 April 2016 lalu saya berkesempatan hadir mengikuti seminar tersebut. Super excited karena ini merupakan seminar parenting saya yang pertama, dan makin semangat lagi karena yang nyelenggarain acara ini adalah Morinaga hehe.

Saya tiba di The Kasablanka sekitar pukul 07.30 pagi. Sengaja berangkat sendirian agar lebih fokus mendengarkan hehe. Sesampainya disana, saya berkeliling dan mendapati banyak sekali booth-booth produk keluaran Kalbe di Hall Utama. Booth-booth ini menawarkan berbagai macam promo khusus yang hanya tersedia di hari itu aja loh. Selain itu, terdapat juga area bermain anak, mushola, daaan fasilitas untuk para orangtua mengakses Morinaga MI Play Plan dan cek alergi. Kereeen!














Setelah berniat akan membeli beberapa dus susu Affan, saya mulai melihat para orangtua datang. Surprisingly mereka datang pake baju merah dan saya langsung sadar, "Ah kenapa saya ga inget untuk pake baju merah juga ya, malah pake baju item". Well, luar biasa sekali melihat antusiasme para orangtua yang hadir, patut diacungi jempol karena mereka juga ingin turut siap mencerdaskan bangsa bersama Morinaga.



Registrasi dibuka, saya dan orang tua yang lain bergegas untuk mengantri. Setelah berhasil mendaftarkan diri, saya mendapat satu gelang sebagai tanda registrasi dan tiga lembar kupon. Satu kupon goodie bag, satu kupon lunch box, dan satu kupon door prize. Tidak lama kemudian gate dibuka dan saya mulai mencari tempat duduk saya. Sambil menunggu gate dibuka, saya menyerahkan beberapa buku dan mainan layak pakai Affan yang sudah tidak terpakai lagi untuk mendukung Gerakan 1000 Hadiah Pertama yang digagas Morinaga. Gerakan ini ditujukan untuk mewujudkan mimpi anak-anak Indonesia dalam meraih masa depan yang lebih baik. Donasi ini nantinya akan disalurkan melalui lembaga ASA (Act, Serve, Aspire) ke sekolah – sekolah di Indonesia.



Setelah menyerahkan donasi, kami diminta membuka goodie bag dan mengisi sebuah kuesioner yang ada di dalam tas untuk menentukan kecerdasan yang menonjol pada anak kita. Dan saya pun meluangkan waktu saya sebentar untuk mengisi kuesioner tersebut lalu mengumpulkannya untuk dicek.



Acara dimulai dengan cukup meriah oleh seorang MC wanita super cantik, kemudian digantikan dengan Adrian Maulana. Waaah baru sekali liat Adrian Maulana secara live. Super ganteng dan figur Ayah yang oke sekali nampaknya haha. Adrian Maulana juga sedikit menjelaskan tentang Gerakan Siap Cerdaskan Bangsa persembahan Morinaga. Adrian Maulana mengajak para orang tua untuk mendukung Gerakan Klik SiapCerdaskan.com. Gerakan ini bertujuan untuk mengumpulkan 1.000.000 suara, dimana setiap klik/kunjungan ke website akan dikonversi ke dalam nilai rupiah selama periode kampanye (April s/d Juni 2016) dan pada akhir periode, jumlah klik/rupiah yang terkumpul akan didonasikan untuk rehabilitasi sekolah di daerah lewat Yayasan ASA (Act, Serve, Aspire).

Gerakan ini juga didukung oleh Gerakan 1000 Hadiah Pertama, yaitu program pengumpulan donasi berupa buku dan mainan anak sebagai alat stimulasi perkembangan otak, kepada anak-anak yang membutuhkan.



Sudah cukup dengan Adrian Maulana, acara kemudian dilanjutkan dengan materi seminar yang pertama dengan tema "Optimalkan Perkembangan Otak & Daya Tahan Tubuh Penentu Kecerdasan Multitalenta Si Kecil". Pembicara pertama adalah DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K), atau yang lebih akrab dipanggil dr. Wawan, seorang dokter ahli tumbuh kembang anak. Saya ngefans banget sama dr. Wawan, karena beliau sangat komunikatif dan asyik sekali dalam menjelaskan. Materi yang dibahas dr. Wawan mostly adalah tentang mengoptimalkan perkembangan otak anak.


Pembahasan ini diawali dengan penjelasan dr. Wawan mengenai otak itu sendiri. Jadi, otak anak itu terbentuk melalui sebuah perjalanan waktu yang cukup lama, dimulai dari usia di dalam kandungan. Pembentukan otak merupakan hasil interaksi antara faktor genetik alamiah (nature) atau lebih dikenal dengan faktor keturunan, dengan faktor lingkungan dimana anak mendapat pengalaman selama pengasuhan sehari-hari (nurture). Secara fisik, pembentukan cikal bakal otak mulai terlihat pada minggu-minggu pertama kehamilan berupa sebuah lempengan. Pada minggu ke 3-4 lempengan itu akan berkembang menjadi semacam tabung, yang dinamakan neural tube. Pada minggu ke 5-6, tabung tersebut sudah terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu otak depan, tengah dan belakang. Pada usia kehamilan 7 minggu, sel-sel otak mulai terbentuk dengan sangat cepatnya. Pada usia 5 bulan, pembentukan sel otak sudah mencapai puncaknya, dan akhirnya pada usia 9 bulan otak bayi telah siap untuk dilahirkan.


Otak tersusun dari triliunan sel-sel otak yang dinamakan neuron. Pada saat bayi baru lahir, sel-sel otak belum terkoneksi satu sama lain menjadi sebuah rangkaian sirkuit. Koneksi antar sel otak tersebut dinamakan sinaps. Pembentukan sinaps berjalan sangat pesat setelah anak lahir. Sinaps terbentuk apabila otak anak mendapat stimulasi. Jadi, semakin sering anak mendapat stimulasi, maka sinapasnya akan semakin kaya, semakin kuat dan akan menjadi koneksi yang permanen di masa depan. Semakin banyak sinaps terbentuk, maka semakin banyak pula informasi yang dapat diproses melalui koneksi antar sel-sel otak.


Pada saat baru lahir, jumlah sel otak anak mencapai sekitar 100 milyar, yang kan membentuk lebih dari 50 triliun koneksi sinaps. Bila anak mendapat stimulasi yang cukup, maka diperkirakan pada usia bulan pertamanya jumlah sinaps akan meningkat hingga 1000 triliun. WOW!


Pada saat bayi baru lahir, berat otaknya hanya sekitar 400 gram dan belum sepenuhnya berkembang. Namun ketika anak berusia 2-3 tahun, berat otak mencapai 3x lipat atau sudah sekitar 1100 gram, yang berarti sudah sekitar 70-80% berat otak dewasa.


Dr. Wawan lalu melanjutkan pembahasan mengenai bagian utama otak anak.  Secara umum, terdapat lima bagian utama dari otak anak yang diperlukan sebagai dasar proses tumbuh kembang yang optimal.
  1. Batang otak. Batang otak ini sudah harus terbentuk sempurna dan berfungsi penuh sejak lahir, karena batang otak bekerja untuk berbagai fungsi vital kehidupan anak seperti : denyut jantung, temperatur tubuh, dan tekanan darah.
  2. Serebelum. Berfungsi dalam mekanisme kontrol koordinasi gerak otomatis dan keseimbangan. Bila seorang anak mengalami kerusakan serebelum, maka anak tersebut tidak memiliki kemampuan mengkoordinasikan berbagai gerakan tubuhnya.
  3. Otak tengah. Berfungsi dalam mekanisme kontrol tidur, respons perasaan, nafsu makan dan fungsi motorik seperti  berlari dan melompat.
  4. Sistem limbik. Berfungsi dalam sistem kontrol emosi dan memori jangka panjang.
  5. Korteks. Berperan dalam mekanisme kontrol proses pengambilan keputusan dan pertimbangan dari segala informasi yang masuk kedalam otak. Korteks memiliki bagian-bagian khusus untuk memproses berbagai fungsi yang membentuk kecerdasan dan perilaku anak.


Kunci utama fungsi kerja otak anak adalah NUTRISI dan STIMULASI. Beberapa kata kunci dalam membentuk dan mengembangkan struktur dan fungsi otak anak adalah sebagai berikut :
  1. Perkembangan otak anak dibentuk melalui interaksi faktor biologis dan genetik (nature) dan faktor lingkungan pengasuhan (nurture). Sehingga kombinasi nutrisi dan stimulasi merupakan syarat utama pertumbuhan otak anak di usia dini.
  2. Pengasuhan anak pada usia dini, mempunyai dampak jangka panjang terhadap kualitas kemampuan anak, terutama dalam hal kapabilitas belajar dan regulasi emosi-perilaku.
  3. Otak anak memiliki kapasitas untuk berubah, tetapi potensi terbesar untuk dapat dirubah hanya terjadi pada usia tertentu yang dinamakan periode kritis.
  4. Adanya pengalaman pengasuhan yang negatif atau kurangnya stimulasi akan memiliki dampak negatif yang serius dan permanen terhadap perkembangan otak anak.
  5. Intervensi atau penanganan keterlambatan perkembangan otak anak bila dilakukan pada usia dini akan menimbulkan berbagai hal yang positif.


Khusus untuk Affan (usia 30-36 bulan), yang bisa saya lakukan untuk mengembangkan struktur dan fungsi otaknya adalah sebagai berikut :
  • Memberikan Affan kesempatan untuk corat-coret menggunakan alat tulis atau crayon.
  • Memberikan Affan kesempatan untuk mengaktifkan tubuhnya dalam kegiatan fisik yang lebih sulit lagi, seperti mengayuh sepeda atau memanjat.
  • Mengutamakan keselamatan Affan selalu.
  • Memperkenalkan Affan berbagai kata baru dan sulit untuk memperkaya kosa katanya.
  • Bertanya kepada Affan mengenai sesuatu yang tidak bisa dia jawab dengan menggunakan Ya atau Tidak.
  • Bersabar ketika Affan sering bertanya kenapa begini - kenapa begitu.
  • Menyempatkan diri bercerita menjelang tidur atau menanyakan apa saja yang dia lakukan hari ini.
  • Mendorong dan melatih Affan menggunakan logika dalam situasi sehari-hari.
  • Membantu Affan mengatasi kesulitan dalam berbagi dan menunggu giliran.
  • Mengajarkan Affan memahami perbedaan masing-masing orang.
Waaaaah oke dan berguna sekali materi yang dibawakan dr. Wawan. Berikutnya, pembahasan dilanjutkan oleh DR. Dr. Anang Endaryanto, SpA(K), seorang dokter ahli alergi-imunologi anak. Beliau membawakan materi mengenai pertahanan tubuh anak.




Sistem pertahanan tubuh anak adalah sistem pada anak yang dibentuk dengan tujuan untuk melindungi tubuh anak terhadap serangan dari dalam maupun dari dalam tubuh anak. Sistem pertahanan tubuh anak bekerja dengan cara mengenali dan membunuh penyerang dari luar (misalnya kuman) maupun penyerang dari dalam (misalnya sel kanker). Sistem pertahanan tubuh anak terdiri dari sistem pertahanan tubuh alami dan sistem pertahanan tubuh yang diperoleh dari hasil adaptasi.


Sistem pertahanan tubuh anak belum berfungsi dan bekerja dengan maksimal dan masih lemah. Untuk itu, sistem pertahanan tubuh bayi perlu dididik agar terjadi proses pematangan kekebalan. Proses pematangan kekebalan ini sebagian dipengaruhi oleh faktor genetik dan sebagian lagi oleh faktor lingkungan. 

Ada 4 macam gangguan utama pada daya tahan tubuh anak yaitu :
  • Defisiensi kekebalan. Terjadi bila ada bagian dari sistem pertahanan tubuh anak yang hilang atau tidak bekerja dengan benar. Hal ini bisa terjadi sejak lahir, setelah anak mengalami infeksi, atau setelah anak menerima oobat-obatan tertentu yang bersifat menekan daya tahan tubuh.
  • Otoimun. Terjadi bila ada bagian dari sistem pertahanan tubuh anak yang secara keliru menyerang organ tubuh dan jaringan yang sehat, seolah-olah organ atau jaringan tersebut adalah penyerbu asing. Contoh penyakit otoimun adalah lupus.
  • Kanker. Terjadi bila ada bagian dari sel-sel tubuh anak tumbuh diluar kendali. Sel yang tumbuh diluar kendali tersebut bisa mencakup sel-sel sistem kekebalan tubuh.
  • Infeksi. 

  • Alergi. Terjadi bila sistem pertahanan tubuh anak bereaksi secara berlebihan terhadap paparan protein yang bagi individu normal tidak menyebabkan gangguan. Contohnya adalah penyakit asma. Jika alergen terpapar pada anak dan paru-paru anak sensitif terhadap alergen tersebut (misalnya : serbuk sari, jamur, bulu binatang atau tungau debu rumah), maka saluran pernapasan akan menyempit sehingga anak akan sulit bernapas. Biasanya orang tua mulai memikirkan anaknya menderita alergi bila anaknya menderita sakit yang tak kunjung sembuh. Gejala yang dikeluhkan itu biasanya gatal, diare, nyeri perut, sariawan, migren, batuk, pilek atau sesak. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengenali bahwa gejala-gejala yang timbul pada anak adalah karena alergi atau bukan. Biasanya gejala berlangsung cukup lama dan sering berulang dengan penyebab yang sama, misalnya setelah mengkonsumsi makanan tertentu, berada di dekat hewan berbulu atau terpapar debu rumah. Dugaan alergi semakin kuat dengan adanya kerabat dekat anak yang memiliki riwayat alergi. Pengobatan alergi meliputi penghindaran dari allergen, vaksinasi dengan alergen, pengaturan (modulasi) system kekebalan dan pengobatan dengan pereda gejala alergi.









Huaaaaa saya happy banget sama materi yang dibawakan sama dr. Anang. Maklumlah, anak saya dua-duanya alergian. Selesai dr. Anang membawakan materinya, saya dipersilakan makan siang dan disuguhkan oleh hiburan yang lucuu banget persembahan Taman Kreativitas Anak Indonesia dibawah naungan Dr. Rose Mini, A. P., MPsi.



Sambil menikmati makan siang dan hiburan, saya dibagikan hasil dari pengisian kuesioner saya di awal acara mengenai kecerdasan Affan yang paling menonjol. Dan beginilah hasilnya.



Acara kembali dilanjutkan dengan tema Kiat Pola Asuh Anak : Kenali Kecerdasannya Sejak Dini, Wujudkan Multitalentanya oleh Dr. Rose Mini, A. P., M.Psi.

Awalnya, kecerdasan sering didefinisikan sebagai keseluruhan kapasitas untuk mengatasi masalah. Kecerdasan umumnya dikaitkan dengan IQ dan kemampuan skolastik seperti membaca, menulis dan berhitung. Sedangkan bakat atau talenta identic dengan kemampuan yang dimiliki seseorang dalam bidang tertentu. Jadi sifatnya lebih spesifik seperti keterampilan menari, membaca puisi, menyanyi, bermain sepak bola dan sebagainya.

Dr. Howard Gardner, seorang psikolog dari Universitas Harvard, kemudian mengemukakan sebuah konsep yang menjembatani keterkaitan antara kecerdasan dan talenta. Konsep ini dikenal sebagai Multiple Intelligence atau Kecerdasan Majemuk. Gardner menyampaikan bahwa ada beberapa kecerdasan yang alami dalam setiap manusia dan sudah dapat dideteksi sejak ia masih muda. Berdasarkan teori ini, maka setiap orang itu cerdas dengan keunikannya masing-masing.

8 Tipe Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence)
  1. Kecerdasan Linguistik, adalah kecerdasan dalam berbicara, membaca, maupun  mengeja.
  2. Kecerdasan Logika Matematik, adalah kecerdasan untuk memahami kondisi atau situasi menggunakan penalaran logika.
  3. Kecerdasan Musikal, adalah kecerdasan anak dalam memahami music, baik dalam menyanyi atau memainkan alat musik.
  4. Kecerdasan Kinestetik, adalah keahlian dalam menggunakan anggota tubuh.
  5. Kecerdasan Visual Spasial, adalah kecerdasan dalam bentuk kemampuan untuk memahami arah, ruang, dan bentuk akhir dari suatu benda, termasuk untuk berpikir kreatif.
  6. Kecerdasan Interpersonal, adalah kecerdasan dalam berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain.
  7. Kecerdasan Intrapersonal, adalah kemampuan yang berhubungan dengan kesadaran dan pengetahuan tentang diri sendiri.
  8. Kecerdasan Naturalis, adalah kemampuan mengenali, membedakan, mengungkapkan, dan membuat kategori terhadap apa yang dijumpai di alam maupun lingkungan.


Dalam proses stimulasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam aktivasi multitalenta anak, yaitu :

GAYA BELAJAR
Gaya belajar adalah cara individu dalam menyerap informasi. Gaya belajar ini dapat membantu kita menstimulasi kecerdasan anak agar lebih optimal. Macam-macam gaya belajar adalah sebagai berikut:

1. Looker (Visual). Gaya ini menyerap informasi dari lingkungan dengan menggunakan indera penglihatan. Ciri-cirinya :
  • Mudah mengingat sesuatu yang pernah dilihat, seperti gerakan, warna, bentuk dan ukuran.
  • Gemar mengobservasi lingkungan.
  • Memiliki koordinasi mata-tangan (motorik halus) yang baik.

2. Listener (Auditory). Gaya ini menyerap informasi dari lingkungan dengan menggunakan indera pendengaran. Ciri-cirinya :
  • Lebih mudah menyerap informasi yang didengar dibanding dengan yang dilihat atau dipegang.
  • Senang menirukan suara dan mudah mengingat suara yang didengar.
  • Cenderung banyak bicara.
3. Mover (Kinesthetic). Gaya ini menyerap informasi dari lingkungan dengan menggunakan indera peraba. Ciri-cirinya :
  • Suka melakukan aktifitas fisik yang memungkinkan untuk terus bergerak.
  • Suka kegiatan motorik kasar, ingin menyentuh semua benda yang dilihatnya.
  • Lebih cepat berjalan dari berbicara.
 

Menstimulasi Kecerdasan Majemuk melalui Gaya Belajar

POLA ASUH
Dari hasil sebuah penelitian, dinyatakan bahwa pola asuh yang diterapkan orangtua akan berpengaruh besar kepada kemampuan sosial, emosional dan intelektual anak. Karena itu, penting sekali bagi kita untuk menerapkan pola asuh yang efektif bagi anak-anak kita.



Untuk menerapkan pola asuh yang efektif, ada tips dari Bunda Romi :
  • Orang tua perlu menerapkan keempat pola asuh diatas sesuai dengan situasi, lingkungan, serta kepribadian anak dan orang tua.
  • Orang tua tidak memaksakan keinginan sendiri tetapi lebih mengajarkan dan berdialog dengan anak sesuai usianya.
  • Orang tua harus kompak dan konsisten dalam menerapkan pola asuh kepada anak.
  • Menggunakan konsekuensi bukan punishment dan reward.
  • Bangunlah kepercayaan diri anak agar ia mampu mengontrol diri dan merasa bebas berkreasi.
  • Sebaiknya orang tua tidak mencela, memberi cap, menyamaratakan, dan menganggap anak sebagai obyek.
Pemilihan pola asuh juga dapat disesuaikan dengan multiple intelligence anak yang menonjol. Berikut panduannya :



KECERDASAN EMOSI
Kecerdasan Emosi adalah kecerdasan yang melibatkan kemampuan untuk mengetahui perasaan diri maupun orang lain dan dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengarahkan pikiran dan tindakan. Menurut Daniel Goleman, ada 5 area kecerdasan emosi, yaitu :
1. Kemampuan mengenal emosi.
2. Kemampuan mengelola emosi atau kontrol diri.
3. Kemampuan memotivasi diri.
4. Kemampuan mengenali emosi orang lain atau empati.
5. Kemampuan membina hubungan.



Berikut tips dari Bunda Romi dalam mengembangkan kecerdasan emosi anak :
  • Latih anak untuk mengenali emosi yang dirasakan dengan mengenali ekspresi serta menceritakan perasaan serta penyebabnya.
  • Banyak mendengarkan anak, jangan mengabaikan dan meremehkan emosi negatifnya.
  • Latih anak untuk mengatur emosi pada kesehariannya.
  • Sampaikan batas-batas pengekspresian emosi yang dapat diterima.
  • Bantu anak mengembangkan sikap empati.
  • Ajarkan anak untuk melihat sisi positif dari setiap peristiwa.
  • Latih kemampuan anak dalam memulai interaksi dengan orang baru.
  • Berikan kesempatan pada anak untuk memulai interaksi dengan orang baru yang dijumpainya.
  • Ajarkan disiplin yang alternatif.

Bunda Romi juga menjelaskan bagaimana cara menstimulasi kecerdasan anak. Jangan khawatir, kita cukup akses www.morinagamiplayplan.com dan disana lengkap banget proses stimulasi anaknya. Cara caranya bisa dicek disini yah. Affan juga banyak banget terbantu proses stimulasinya melalui permainan yang tersedia disana. Baca INI ya untuk permainan yang udah Affan coba dari Morinaga MI Play Plan.


Waaaaaaahh selesai seminar ini saya langsung berasa kaya. Kaya ilmu tentunya hehe. Morinaga bener-bener total dan membantu orang tua sekali dalam mencetak Generasi Platinum. Ilmu tentang stimulasi udah didapat, sekarang tinggal memberikan nutrisi terbaik untuk anak kita yaitu dengan memberikan susu sesuai kebutuhannya. Dalam hal ini, jelas Morinaga Chil Kid Platinum  Moricare+ Prodiges yang saya percaya. Kenapaaa?



Brain Care – Faktor Kecerdasan Multi Talenta
  • Kolin, berperan dalam penyimpanan memori, berpikir, berbicara dan gerakan sadar.
  • Asam Lemak Esensial AAL (Alfa-linolenat / Omega 3) & AL (Linoleat / Omega 6), sebagai sumber asam lemak esensial yang berfungsi untuk meneruskan rangsangan antar sel saraf.
  • Zat besi, dapat membantu mencegah dan mengatasi anemia defisiensi zat besi.
Body Defense – Faktor Pertahanan Tubuh Ganda
  • Sinbio+ kombinasi Probiotik Bifidobacterium BB536 & M-16V (hasil penelitian Morinaga Nutrition Research Center Jepang yang teruji klinis sebagai bakteri baik yang dominan dalam saluran cerna anak) dan Prebiotik Laktulosa (makanan bakteri baik) berfungsi agar Si Kecil tidak mudah diare / sembelit dan mendukung kesehatan saluran pencernaan.
  • Laktoferin dapat meningkatkan daya tahan tubuh Si Kecil sehingga tidak mudah sakit seperti demam, batuk dan pilek.

Body Growth - Tumbuh kembang optimal. Kombinasi unik nutrisi untuk menunjang pertumbuhan dan aktivitas anak. Penambahan Premix (campuran) Vitamin dan Mineral yang lebih berkualitas dalam susu pertumbuhan akan mudah diserap tubuh untuk tumbuh kembang yang optimal pada anak-anak.
  • Vitamin A dapat membantu memepertahankan keutuhan lapisan permukaan (mukosa).
  • Vitamin C berperan sebagai antioksidan yang bekerja bersama antioksidan lain terutama Vitamin E.
  • Vitamin B1 berperan sebagai koenzim perubahan karbohidrat menjadi energi.
  • Vitamin B2 berperan sebagai koenzim dalam reaksi pembentukan energi.
  • Kalsium berperan dalam pembentukan tulang dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi.
  • Mineral Fosfor, Magnesium, dan Seng.
  • 12 Vitamin dan 9 Mineral.
Selesai seminar, saya membuka goodie bagnya dirumah dan woooow isinya bikin sumringah haha.




Terima kasih banyak Morinaga Indonesia dan Kalbe Nutritionals atas kesempatannya, kini saya siap mencerdaskan anak-anak saya dan siap mencerdaskan bangsa tentunya!



Facebook : Morinaga Platinum
Twitter : MorinagaID
Instagram : @Morinagaplatinum


Love,
Dyta Putri


0 comments:

Post a Comment