Wednesday, April 27, 2016

Save Our Earth with Plastic Bag Diet

Assalamualaikum,

Sudah di penghujung bulan April sekarang. Tau ga sih selain Hari Kartini dan hari gajian ada event apalagi di penghujung bulan April? Yes, jadii untuk yang belum tau, tanggal 22 April itu adalah International Earth Day alias Hari Bumi Internasional. International Earth Day ini kayanya masih agak kurang gaungnya ya di masyarakat. Terbukti dari sekian temen yang saya tanya, hanya sebagian aja yang ngeh kalo 22 April itu adalah Hari Bumi Internasional.

"Every day is Earth Day, and I vote we start investing in a secure climate future right now." — Jackie Speier, US Representative.

Sebenernya, ngeh atau ga ngeh kita udah harus banget mulai put more attention ke tempat kita bernaung ini. Kenapa? Karena saya kemarin baru aja baca satu artikel mengenai tercemarnya bumi kita akibat limbah plastik di sebuah portal berita dan tercengang sejadi-jadinya. Jadi jadi jadi, beginilah ternyata faktanya menurut ReuseIt :
  • Lebih dari 1 triliun kantong plastik digunakan setiap tahunnya di dunia. Tiongkok sebagai negara berpenduduk terbanyak di dunia, sekitar 1.3 miliar orang, mengkonsumsi sekitar 3 miliar sampah kantong plastik per tahunnya.
  • Sekitar 1 juta kantong plastik digunakan setiap menitnya.
  • Sebuah kantong plastik memerlukan waktu 1.000 tahun untuk menguraikannya secara alami.
  • Lebih dari 3.5 juta ton kantong plastik, karung, dan pembungkus lainnya dibuang pada tahun 2008.
  • Penggunaan kantong plastik saja di Amerika Serikat mencapai 100 miliar yang menghabiskan biaya bagi para retailer sekitar 4 miliar dollar per tahun.
  • Kantong plastik merupakan jenis sampah di lautan yang paling umum kedua setelah puntung rokok.
  • Kantong plastik tetap mengandung racun meskipun sudah terurai.
  • 1 mil persegi lautan memiliki sekitar 46 ribu plastik yang mengambang di atasnya

See? Betapa besarnya angka penggunaan plastik di dunia ini. Dan sayangnya hanya sepersekian persen orang yang aware akan hal ini. Padahal yaa plastik ini efeknya sangat mengkhawatirkan untuk kehidupan kita semua. Plastik (terutama kantong plastik) sulit hancur di tanah, dan baru bisa diuraikan tanah dalam waktu yang sangat lama, yaitu sekitar 1000 tahun. Akibatnya selama proses penguraian ini beragam zat kimia yang ada di dalamnya akan mencemari tanah. Dan sebenernya, sampah ini ga boleh dibakar. Hasil pembakaran sampah plastik mengandung racun kimia berbahaya yang bisa menyebabkan penyakit saluran pernafasan dan kanker paru-paru.

Pemerintah sendiri sudah menetapkan kebijakan berdasarkan Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor S.1230/PSLB3-PS/2016 tentang Harga dan Mekanisme Penerapan Kantong Plastik Berbayar. Di dalam aturan itu, disepakati setiap pembelanjaan dengan menggunakan kantong plastik akan dikenakan biaya Rp. 200 per plastik. Kebijakan ini sudah dijalankan sejak 21 Februari 2016 lalu di sejumlah kota di Indonesia.

Nah, saya sendiri sekarang sudah mulai mencoba merubah kebiasaan saya, dimulai dari hal yang simpel dulu. Mungkin terlihat ga ngaruh tapi trust me it helps Earth a lot.

Mulai mengurangi membeli barang kemasan. Karena, sisa kemasan merupakan sampah yang paling sering ditemuin juga. Nah, saya mulai mengusahakan untuk mengurangi membeli produk dalam kemasan sachet, dan membeli produk yang dikemas dalam ukuran besar untuk mengurangi sampah. Kalau memungkinkan, bisa juga kita pilih produk yang dikemas dalam botol kaca.

Menggunakan kembali botol minum untuk bepergian kemanapun. Terlihat ribet ya kemana-mana bawa botol minum. Tapi ini berguna banget karena dengan membawa botol minum sendiri, kita gausah lagi beli minuman kemasan yang sampahnya juga susah untuk diurai. Sampah yang berupa botol plastik pasti akan berkurang.

Menggunakan kertas di kedua sisi.
Kalo ini di kantor juga sudah berjalan. Kita selalu menggunakan kertas di kedua sisinya kalau hanya untuk keperluan internal. Hal ini selain mengurangi sampah kertas, juga akan menghemat penggunaan kertas.

Do plastic bag diet! Sekarang saya membiasakan diri untuk bawa tas belanja sendiri setiap kali akan berbelanja. Jadi ga perlu lagi pake kantong plastik deh. Biasanyaa, shopping bag ini dijual di supermarket dengan harga yang sedikit lebih mahal ketimbang pake kantong plastik biasa. Tapi tapi tapi, saya pernah dapet satu eco-friendly shopping bag gratisssss saat berbelanja di HappyFresh. Waaaw saya sih terpukau banget karena biasanya kita harus beli dulu tuh eco-friendly shopping bagnya.






Eco-friendly shopping bag ini selalu saya pake kadang untuk bawa bekal ke kantor juga. Kalo lagi ga bawa bekal ya shopping bag ini selalu stand by di dalem ransel kerja saya. Jaga jaga saya nanti belanja ke supermarket atau minimarket hehe. 


Tas isi bekal

Buat kalian yang kepengen punya eco-friendly shopping bag ini juga, bisa coba belanja di HappyFresh Indonesia deh. HappyFresh menyediakan eco-friendly shopping bag ini secara cuma-cuma untuk setiap pembelanjaan selama persediaan masih ada. Untuk berbelanja di HappyFresh ini mudah juga kok, bisa cek ke postingan saya yang INI ya untuk yang baru mau coba belanja disana :)

Yuk kita sama-sama merubah kebiasaan secara perlahan dalam pengurangan sampah plastik ini. Jangan lupa juga untuk mendukung kebijakan pemerintah. Walaupun peraturan ini sebenernya masih belum efektif untuk mengurangi sampah plastik secara signifikan, but at least we support the government. Demi bumi kita tercinta, masa sih kita ga mau coba berubah?



"The earth is what we all have in common." — Wendell Berry, novelis.

Love,
Dyta Putri




0 comments:

Post a Comment